BPBD Kukar Siapkan Stasiun Pengisian Air guna Mendukung Penanganan Kebakaran
Sekretaris BPBD
Kukar, Aspianur Sandi. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan rencana pembangunan stasiun pengisian air guna mendukung penanganan kebakaran.
Fasilitas ini
dirancang untuk mempermudah akses pasokan air bagi mobil pemadam kebakaran
milik pemerintah maupun relawan, sekaligus mempercepat proses pengisian saat
terjadi keadaan darurat.
Kepala Pelaksana
(Kalak) BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji melalui Sekretaris BPBD Kukar,
Aspianur Sandi, mengatakan rencana tersebut akan diawali dengan proyek
percontohan atau pilot project di dua titik, yakni wilayah Timbau dan kawasan
tengah.
Saat ini, pihaknya
masih mengkaji lokasi serta menyiapkan koordinasi dengan sejumlah instansi
terkait.
Menurutnya,
ketersediaan sumber air selama ini bukan satu-satunya persoalan dalam
penanganan kebakaran.
Waktu yang dibutuhkan
petugas untuk mengambil dan mengisi air juga menjadi kendala yang perlu diatasi
melalui penyediaan fasilitas yang lebih memadai.
“Selama ini, sumber
air sebenarnya tersedia, tetapi kendalanya adalah waktu yang dibutuhkan untuk
mengambil air tersebut,” ujarnya saat ditemui di ruangannya pada Rabu
(21/10/2026)
Untuk mempercepat
proses tersebut, BPBD Kukar mengkaji penggunaan mesin pompa yang terhubung
dengan jaringan pipa khusus.
Berdasarkan simulasi
yang dilakukan, mesin dan pipa berukuran enam inci diperkirakan mampu mengisi
tangki mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter dalam waktu sekitar lima hingga
enam menit.
Ia menjelaskan,
sistem yang direncanakan menggunakan konsep jaringan pengisian air tersendiri
agar proses pengisian tidak lagi sepenuhnya dilakukan secara manual.
“Konsepnya kurang
lebih seperti stasiun pengisian milik PDAM, dengan jaringan pipa tersendiri
sehingga pengisian lebih mudah dan cepat. Pengoperasiannya juga tidak lagi
sepenuhnya manual,” jelasnya.
Dalam tahap
perencanaan, BPBD Kukar turut mempertimbangkan kawasan pelabuhan di depan
kantor KPU Kukar sebagai salah satu lokasi potensial.
Kawasan tersebut akan
dikaji lebih lanjut, termasuk kemungkinan penataan area untuk menunjang akses
kendaraan pemadam kebakaran.
Ia mengatakan,
koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) diperlukan untuk menilai kelayakan
lokasi serta penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Hari ini saya juga
menugaskan tim untuk berkoordinasi dengan Dinas PU terkait penyiapan lokasi
tersebut,” kata dia.
Selain aspek teknis
dan penentuan lokasi, pengelolaan fasilitas juga menjadi perhatian BPBD Kukar.
Pihaknya masih perlu
memastikan instansi atau pihak yang bertanggung jawab menjaga dan
mengoperasikan stasiun pengisian air setelah fasilitas tersebut dibangun.
Koordinasi dengan
Dinas Pemadam Kebakaran, pihak kecamatan, dan relawan akan dilakukan untuk
menentukan pola pengelolaan yang efektif.
Data mengenai wilayah
yang membutuhkan fasilitas tersebut juga akan menjadi bahan pertimbangan dalam
menentukan titik pembangunan.
“Saya juga sudah
mulai berkomunikasi dengan pihak terkait. Namun, masih perlu dipastikan siapa
yang akan bertanggung jawab menjaga dan mengelola fasilitas tersebut,”
ungkapnya.
BPBD Kukar berharap
proyek percontohan tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Setelah kebutuhan dan pengelolaannya dipastikan, pembenahan fasilitas pendukung direncanakan berlanjut pada tahun depan agar pelayanan penanganan kebakaran semakin efektif.
“Tahun depan, kami
ingin melakukan pembenahan agar pengisian air untuk mobil pemadam kebakaran
bisa lebih mudah dan cepat melalui stasiun pengisian yang disiapkan,” tutupnya.
(Adv/Kriz)